Minyak kutus-kutus adalah minyak yang sangat terkenal bisa membantu mengatasi banyak sakit penyakit. Sudah banyak orang yang tahu kalau minyak ini dibuat oleh bapak Bambang Pranoto. Tapi masih sedikit yang tahu cerita atau sejarah dibuatnya minyak kutus-kutus ini.

minyak kutus-kutus kemasan baruBapak Bambang Pranoto dulunya adalah seorang pegawai di negeri Belanda sampai dia mengundurkan diri. Setelah mewariskan rumahnya ke isteri dan anaknya, bapak Bambang melakukan perjalanan ke Gianyar Bali dan tinggal di sana.

Tapi di tahun 2011 bapak Bambang mengalami kecelakaan saat sedang mengambil sayuran. Bapak Bambang terjatuh ke dalam jurang yang mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kakinya. Tapi hal itu tidak membuatnya putus asa.

Dengan mengandalkan bahan-bahan rempah yang ada di sekitar tempat tinggalnya, bapak Bambang berusaha meramu ramuan-ramuan yang bisa membantu kesembuhannya. Ternyata minyak yang dibuat tersebut bisa membantu kesembuhan pak Bambang setelah 3 bulan pemakaian.

Setelah sembuh pak Bambang mencoba minyak tersebut pada beberapa temannya yang lain. Mulai dari sakit tidak lancar BAB sampai sakit kanker dikabarkan terbantu oleh minyak ini.

Oleh karena itu pak Bambang terpikir untuk memasarkan minyak ini. Hanya saja karena minyak ini terlihat kotor, baunya tidak enak, dan tidak nyaman dipakai, maka dirasa perlu perbaikan. Jadi pak Bambang melakukan beberapa riset untuk memperbaiki aroma dan tampilan dari minyak ini…

Setelah dirasa cukup baik, maka minyak ini mulai diproduksi massal di tahun 2013 dengan nama minyak kutus-kutus. Nama minyak kutus-kutus ini berasal dari seorang pria berusia 60 tahun lebih yang sekarang tinggal di Pura Tampak Siring. Jadilah nama itu melekat sampai sekarang di produk minyak kutus-kutus.

Dalam perjalanannya distributor utama minyak kutus-kutus melakukan kecurangan dan memproduksi minyaknya sendiri. Jadi bapak Bambang memutuskan untuk pisah dan melanjutkan produksi minyak kutus-kutus bersama perusahaan Tamba Waras yang sampai saat ini masih jadi produsen minyak kutus-kutus.

Jadi inilah sejarah dari minyak kutus-kutus….


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *